Tata Cara Etika Berkomunikasi dengan Guru!!
Beberapa saat lalu, saya dibuat terkesima oleh satu foto di sebuah grup yang kebetulan lewat di timeline saya. Foto tersebut menampilkan screenshoot percakapan guru dengan thread starter yang menurut pengakuannya adalah seorang ketua kelas.
Foto tersebut menarik, karena gaya menulis pelajar tersebut sangat berani, diksi yang saya gunakan untuk memperhalus pemaknaan yang bisa saya berikan untuk menggambarkan betapa kurang sopannya pelajar tersebut ketika berkomunikasi dengan gurunya.
Agaknya tidak terlampau keliru apabila Microsoft pernah merilis survey tentang netizen Indonesia yang meraih ranking tertinggi dalam hal kebarbaran di dunia maya. Lha, kepada guru yang harusnya dihormati saja, diksi dan cara bertuturnya seperti itu, bagaimana kepada orang asing yang di temui di internet?.
Oleh karena itu, di sini saya akan membagikan Tata cara etika berkomunikasi dengan orang tua, guru, dan orang asing sekalipun. Tentu saja, tips ini tidak hanya terbatas untuk kegiatan akademik, ketika kita ingin meminta tolong atau bertegur sapa dengan orang lain di dunia maya, kita bisa menggunakan tips ini agar tetap sopan dan membuat lawan bicara lebih friendly kepada kita. So, here we go.
1. Awali Chat Dengan Salam
Kita bisa memulai dengan “Assalamu alaikum” bagi yang beragama Islam, atau dengan salam lainnya sesuai agama yang dianut. Boleh juga menggunakan salam yang standar, seperti selamat pagi, siang, dan seterusnya. Hindari salam dengan model gaul semisal, “Halo guys, David di sini, kita akan...” atau dengan ucapan alay lainnya semisal, “P”. Big no! Bersyukur saja nama kita masih belum dicoret dari absen kelas kalau berani memulai percakapan seperti itu. Ingat, kesan pertama selalu penting, setelahnya terserah anda. Maka, pastikan memulai dengan salam yang baik ketika memulai percakapan.
2. Perkenalkan Diri
Tidak semua guru menyimpan nomer telefon kita. Bahkan meskipun beliau menyimpan, memulai dengan perkenalan diri saat memulai percakapan adalah sebuah langkah yang bijak. Usahakan memperkenalkan diri dengan nama lengkap, atau dengan nama yang dikenal oleh lawan bicara kita. Hindari nama-nama gaul semisal, “Galahad yang tersakiti” atau nama panggilan akrab semisal, “Penjul” atau “Entong”. Kalau memang memungkinkan, sebutkan juga asal kelas kita atau jika perlu nomer absen kita, misalnya “Selamat pagi pak Joni, saya Muhammad Fatahillah Rabbani kelas 12 IPA 1”.
Jangan lupa juga menyebutkan nama guru kita di awal ya, agar selanjutnya kita hanya perlu menyebutkan “Pak” atau “Bu”. Kecuali setelah pergantian hari, baru kita sebaiknya memulai salam kembali dan menyapa dengan menyebutkan nama guru kita. Nah, setelah itu kita bisa menuliskan maksud pembicaraan kita.
3. Hindari Menggunakan Kata Singkatan dan Bahasa Gaul
Guru kita bukanlah kawan karib kita, usia mereka juga lebih tua daripada kita. Jadi hindari menyingkat kata ketika menulis, ataupun menggunakan bahasa yang biasanya kita gunakan ketika berbicara dengan teman kita, misalnya, “Pak, sy gtw harus kepoin narasumbernya bagaimana, ada saran ga?”. Tulis pesan kita secara formal dan menggunakan bahasa yang sopan.
4. Gunakan Bahasa yang Lugas
Biasakan membaca berkali-kali terlebih dahulu pesan yang akan kita kirimkan kepada guru kita. Koreksi apabila terdapat kosa kata ataupun kalimat yang tidak jelas ataupun bisa menimbulkan salah paham, misalnya “Bapak, hasil pengamatan saya, semakin hari semakin panjang anunya dan bagus bentuknya” untuk melaporkan perkembangan kecambah yang semakin besar dan baik, melainkan “Bapak, pertumbuhan kecambahnya semakin besar dan bentuknya sesuai dengan yang diperkirakan”.
Ingat, kita sedang berbicara dengan guru kita, bukan sedang stand up comedy. Guru kita juga bisa jadi bukan seperti gebetan kamu, yang bisa kamu paksa untuk selalu peka dan mengerti kamu. Jadi, gunakan bahasa yang jelas dan lugas ya.
5. Jangan Menggunakan Diksi yang Seolah Memaksa
Hindari kata-kata yang bernada menggurui atau memaksa seorang guru untuk menuruti keinginan kita, apabila kita ingin memberi suatu masukan kepada guru. Gunakan kata-kata “Kiranya bapak berkenan untuk...”
6. Ucapkan Maaf
Boleh jadi, ketika menerima pesan dari kita, guru kita sedang mengerjakan sesuatu, atau dalam perjalanan misalnya. Berbeda dengan kelas offline di sekolah yang memang guru standby di kantor, ketika kelas online bisa jadi kita mengirimkan pesan di saat yang tidak tepat. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengucapkan maaf karena telah mengambil waktu guru kita.
7. Ucapkan Terima Kasih
Mengajar memang kewajiban seorang guru. Namun sebagai murid, sudah sewajarnya kita mengapresiasi setiap bantuan yang diberikan oleh guru kita. Apa kata pepatah? Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ingat selalu hal itu dengan tidak lupa berterima kasih setelah menuliskan pesan kita.
8. Hindari Spam
Tulis pesan kita dalam satu chat yang utuh. Hindari menuliskan salam, perkenalan, dan penutup dalam chat yang berbeda-beda. Spam chat bisa diartikan kurang sopan oleh banyak orang.
9. Ingat Waktu
Jangan pernah menghubungi guru di luar jam kerja, kecuali ada urusan darurat. Meski itu hanya pesan singkat sekalipun, jangan pernah. Usahakan menghubungi guru antara jam 7 pagi sampai 5 sore, setelah itu kalau dirasa urusan kita tidak darurat, sebaiknya kita menghubungi guru kita di keesokan harinya. Tentu saja pengucualian kalau memang sang guru sudah memberi jadwal terlebih dahulu, misalnya untuk batas deadline tugas atau sejenisnya, maka selama tidak melewati batas yang ditetapkan, kita boleh saja menghubungi guru kita di jam tersebut.
Ingat, guru kita juga punya kehidupan sendiri, punya keluarga sendiri yang harus diperhatikan selain tugasnya sebagai guru kita. Jadi, biasakan menghargai quality time guru kita.
10. Hindari Menelepon Guru Kecuali Darurat atau Sudah Janjian terlebih dahulu
Sama seperti poin sebelumnya, ini untuk memastikan guru kita tidak terganggu. Jadi sebelum menelepon, sebaiknya kita meminta izin terlebih dahulu agar guru kita bisa menyiapkan waktu atau tempat yang kondusif untuk berbicara dengan kita.
11. Gunakan emot sakti 🙏🙏🙏
Meski maksud sebenarnya dari emot ini adalah dua tangan yang sedang bertepuk, tapi emot ini sudah jamak difahami sebagai permintaan maaf. Jadi ada baiknya kita menutup chat kita dengan emot ini, agar pesan kita semakin terlihat sopan saat dibaca.
===========================================



Tidak ada komentar untuk "Tata Cara Etika Berkomunikasi dengan Guru!!"
Posting Komentar